Bangka Tengah, Pramedia.id — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mendorong penguatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan media sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Konten Visual untuk Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung pada 30 September hingga 26 Oktober 2026.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah ini merupakan hasil kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung. Kegiatan ini resmi ditutup Senin (26/10/2026), oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ali Imron, di Gedung Diklat BKPSDMD Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam sambutannya, Ali Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Ia menekankan bahwa perkembangan era digital menuntut pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan kreatif.
“Di era digital saat ini, promosi pariwisata dan ekonomi kreatif tidak lagi cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Kita harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif, kreatif, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pariwisata tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan keindahan daerah, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif perlu terus didorong agar produk lokal memiliki nilai tambah, daya saing, dan akses pasar yang semakin luas.
“Saya ingin para peserta menjadi pelaku promosi daerah yang kreatif, produktif, dan mampu menceritakan keunggulan daerah kita melalui karya-karya visual yang menarik dan berkarakter,” tambah Ali.
Sementara itu, Kepala Dinbudparpora Kabupaten Bangka Tengah, Zulfan, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 16 peserta yang terdiri atas anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis), pelaku ekonomi kreatif, dan pegawai bidang pariwisata.
“Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dan praktik mengenai teknik pengambilan gambar, penyusunan konsep konten, penggunaan Canva dan CapCut, pembuatan video promosi, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten promosi yang berkualitas serta menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung promosi destinasi wisata, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta potensi ekonomi kreatif daerah.
Salah satu peserta, Vildan (19), anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumur Tujuh, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena memperoleh pengetahuan baru, terutama mengenai pembuatan konten untuk mempromosikan potensi wisata.
“Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan banyak ilmu baru. Sebelumnya, saya hanya mengetahui dasar-dasarnya, tetapi sekarang saya lebih memahami cara membuat konten untuk promosi wisata. Ke depannya, saya ingin menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan potensi wisata Sumur Tujuh,” ujar Vildan.
Pelatihan yang berlangsung selama 19 hari kerja ini menghadirkan narasumber yang aktif berkecimpung di bidang pariwisata, komunikasi publik dan media sosial, awak media dan produksi kreatif, serta konten kreator kenamaan di Bangka Belitung, seperti Jack Tugil dan Joe. Masyarakat yang berminat dengan bimbingan teknis dan pembinaan semacam ini bisa terus memantau informasi di media sosial @pariwisatabangkatengah atau @pemkab.bangkatengah.


















