(Proses Pencarian Korban Oleh Tim SAR)
Bangka Barat, Pramedia.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi yang menimpa dua nelayan asal Muntok dan Pangkalpinang yang dilaporkan hilang kontak akibat kapal mengalami kebocoran di Perairan Karang Ular, Kabupaten Bangka Barat pada Selasa (15/9/2026).
Kejadian bermula saat korban atas nama Rudi (52) dan Asep (38) berangkat dari Dermaga Nelayan Muntok menuju Perairan Karang Ular menggunakan kapal bermuatan air tawar. Sekitar pukul 22.00 WIB, Rudi sempat menghubungi salah satu kapal tugboat di area tersebut dan mengabarkan bahwa kapal yang mereka gunakan mengalami kebocoran. Upaya pencarian mandiri oleh rekan korban para nelayan setempat hingga sore hari tidak membuahkan hasil, keluarga korban kemudian melaporan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang melalui Unit Siaga SAR (USS) Mentok langsung merespons cepat dengan menerjunkan Tim Rescue menggunakan RIB 03 Mentok dari Pelabuhan Peltim PT Timah menuju titik perkiraan Last Known Position (LKP) pada koordinat 1° 48.692’S104° 54.642’E.
Saat Tim Rescue USS Mentok tengah melakukan pencarian trackline menuju LKP di tengah keterbatasan jarak pandang malam hari, tim menerima informasi terkini dari pihak keluarga pelapor. Keluarga mengonfirmasi bahwa kedua korban yang hanyut dan kapalnya nyaris tenggelam tersebut telah berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan asal Sungai Sembilang, Sumatera Selatan, yang kebetulan tidak sengaja melintas di lokasi kejadian.
Kedua korban diinfokan langsung dievakuasi dan dibawa ke kediaman nelayan yang menemukan di wilayah Muara Sungai Sembilang, sumatera selatan dalam keadaan selamat. Menerima kepastian tersebut, Tim Rescue USS Mentok segera memutar arah dan kembali ke dermaga Pelabuhan Peltim PT Timah.
Koordinator USS Mentok, Fajar Permana, membenarkan informasi penemuan kedua korban tersebut. “Saat tim kami sedang bergerak melakukan pencarian di perairan menuju LKP, kami menerima kabar dari keluarga korban bahwa kedua survivor telah berhasil diselamatkan oleh nelayan lokal dari Muara Sungai Sembilang yang tak sengaja melintas ketika kapal korban mengalami kebocoran dan nyaris tenggelam. Kedua korban saat ini berada di rumah nelayan penolong tersebut di wilayah Sumsel dalam kondisi selamat, dan rencananya akan dipulangkan kembali ke Mentok menggunakan angkutan pelayaran oleh pihak keluarga,” ujar Fajar Permana.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. “Kami mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu memastikan kelaikan kapal sebelum melaut, memperhitungkan kondisi cuaca, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti life jacket dan sarana komunikasi yang memadai. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.


















